Tuesday, 1 April 2014

rasa


Aku terkedu, aku terkelu
Tapi, aku tak pernah peduli.
Biar lah macam mana pahit pun aku rasa,
Aku tetap akan ketawa,
Orang seperti aku digambarkan seperti orang yang tiada jiwa,
Tapi, masih jiwa aku dihantui rasa,
Rasa sesuatu yang aku tak pasti, yang tak dapat aku deskripsikan
Aku biar kan jiwa aku lelah merasainya,
Sebab aku tahu, akhirya, rasa itu akan mati sendiri dan menguatkan lagi perasaan aku,
Rasa sebegini yang mematangkan jiwa aku daripada terus meratap menangis tak tentu hala,
Aku tahu suatu masa itu akan tiba,
Di mana rantaian kesedihan yang aku sangkakan hilang,
Masih lagi ada dalam jiwa aku,
Aku sekadar manusia yang rasa perasaan itu,
Mengharapkan hilang untuk seketika, mengharapkan hadir untuk seketika yang lainnya,
Dan aku pasti, rasa itu akan terus berkembang dan tersimpan di dalam jiwa aku yang paling dalam,
Ya, rasa itu mematangkan jiwa aku upaya terus tabah,
Tapi, bila aku kesunyian, perasaan itu membunuh aku dalam diam dan seterusnya menghunus ke dalam jiwa aku paling dalam,
Dan aku akan mati dan kalah,
Dan paling parah aku jatuh, menjilat dan mendewakan perasaan itu.
Share:

0 comments:

Post a Comment